Kamu tau, aku juga suka sayur asem. Terutama bagian yang jagungnya banyak. Tapi celakanya Cuma jagungnya doang yang kadang ku makan. Bila masak sendiri, aku pinginnya 50% isi sayur asem itu adalah jagung. Ho ho, memaksa sekali ya? Kalau soal kuahnya, yah sesuai lidah sumatra, lebih segar dengan kuah yang asem dan sedikit pedas. Hupp, muwantabh bok!!
aku ingat saat makan sayur asem di rumahmu. Waktu itu sore hari. Sayur asem itu pemberian tetanggamu. Saat kamu memakannya disampingku, aroma sayur asem tercium di hidungku. Saat itu agak sedikit tidak percaya kalau aroma itu berasal dari sayuan yang kamu makan. Pikirku berkelit, ah itu pasti bercampur aroma tubuhmu.
aku ingat saat makan sayur asem di rumahmu. Waktu itu sore hari. Sayur asem itu pemberian tetanggamu. Saat kamu memakannya disampingku, aroma sayur asem tercium di hidungku. Saat itu agak sedikit tidak percaya kalau aroma itu berasal dari sayuan yang kamu makan. Pikirku berkelit, ah itu pasti bercampur aroma tubuhmu.
Beberap menit kemudian, kamu memintaku mencicipnya. Bukan hanya mencicipnya tapi juga memakannya! Alhasil aku pun di suguhkan sepiring penuh sayur asem ala Jogja. Olala, muwanis tenan!! Rasa tak percaya tapi nyata, rasanya benar-benar berbeda dari yang selama ini kubayangkan! Ini bukan sayur asem, ini kolak! Memang ada bahan-bahan penunjuk kalau ini adalah sayur asem, dengan jagung, terong, kubis, dan daun melinjo lengkap dengan melinjonya juga, tapi rasanya itu lho yang aduh banget!
Karena tidak enak hati dengan saudari iparmu yang melihatku memegang piring dan juga kamu yang berharap betul kalau aku melahapnya, akhirnya sayur manis itu pun ku ludeskan dengan pikiran yang aneh. Tapi satu yang kusukai dari sayur manis itu yaitu jagungnya. Cuma jagung? Yah, Cuma itu. Rasanya manis dan segar. Rasa manis dari jagung itu terasa banget ditambah dengan rasa kuah yang juga manis. Yah, namanya juga kota Gudeg, apa apanya manis.
Setelah makan kolak jagungnya, piring kuletakkan di dapur sambil berpikir ‘cara memasaknya pasti tidak menggunakan asem jawa atau asem kandis. Tapi pasti pakai gula jawa atau gula pasir’. Tapi saat berbalik melihat ke pintu menuju ruang depan, kamu duduk disana dengan sebuah piring berisi SAYUR ASEM. Ho ho ho, kamu memang pencinta kuliner manis sejati ya sayang? Kamu dengan santai menawariku sayur asem lagi dan dengan tersenyum aku menolak. Kamu langsung menjawab ‘karena rasanya manis ya?’. Ha ha, kamu tahu aja ..
Saat kamu ke kotaku, aku akan memasakkan sayur asem Sumatra untukmu. Yang pasti rasanya berbeda jauh dengan kolak jagung lho. Tentunya akan aku buatkan yang saranya asem manis dengan sensasi pedasa sedikit biar kamu ga kepedesan. Ya sayang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar